Sumber gambar : merdeka.com
Pengeramatan suatu
pohon biasanya akibat adanya “sesuatu” di balik pohon tersebut. Pohon diyakini
angker karena ada “penunggu”nya sehingga harus dijaga dan diberikan sesajen. Di
sisi lain biasanya ada orang-orang yang melakukan pertapaan untuk ngalap berkah
mencari kekayaan dalam waktu singkat.
Pohon keramat menjadi
suatu local wisdom sehingga
keberadaannya untuk studi sosial menjadi unik. Hal ini karena hanya dijumpai di
Indonesia, tidak ada di negara-negara barat sana. Local wisdom ini menjadi satu senjata ampuh untuk menjaga keseimbangan alam, khususnya untuk menjaga sumberdaya alam.
Tahukah Anda bahwa di
balik pengeramatan suatu pohon terdapat satu hal penting yang harus diketahui
oleh semua orang, terutama oleh mereka yang menganggap bahwa suatu pohon memiliki
kekuatan ghaib tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk meluruskan pemahaman yang
keliru, yang telah berabad-abad mengakar di budaya tradisional kita. Dengan
memberikan pemahaman yang benar maka kita dapat membebaskan mereka dari budaya syirik yang dapat menyeret seseorang pada
dosa terbesar tak terampuni.
Jadi, kenapa pohon yang
dikeramatkan adalah pohon yang besar dan berusia tua? Kenapa mayoritas adalah
pohon beringin? Jawabannya adalah karena pohon, terutama pohon beringin yang
besar memiliki nilai hidrologis yang tinggi. Struktur perakaran pohon beringin
yang dalam menjadikannya mampu menyimpan cadangan air dengan baik pada musim
hujan dan mengeluarkannya pada musim kemarau. Kita tidak pernah menyadari bahwa
sebenarnya pohon beringin tumbuh di daerah yang menjadi sumber air. Semakin
banyak keberadaan pohon beringin di suatu daerah maka ketersediaan air di
daerah tersebut akan semakin terjaga. Kita dapat membedakan bagaimana kondisi air di daerah yang banyak terdapat pohon (di desa) dengan daerah yang sangat sedikit pohonnya (di kota). Itulah sebabnya mengapa penduduk kota banyak yang menggunakan air dari PDAM.
Zaman semakin maju dan
perkembangan teknologi semakin pesat. Sudah saatnya kita meninggalkan pemahaman
yang salah tentang pohon keramat. Sebagai manusia terdidik, kita harus mampu
melihatnya dari sudut pandang ilmiah bahwa di balik pengeramatan suatu pohon pasti
ada maksud tersembunyi di baliknya. Jika kita tidak diperbolehkan menebang
suatu pohon, itu artinya bahwa pohon memiliki fungsi strategis untuk menjaga
sumber air yang kita gunakan sehari-hari. Jika kita menebang semua pohon,
terutama pohon besar yang berusia tua, dari mana kita akan mendapatkan cadangan
air? Pada akhirnya, istilah pohon keramat menjadi local wisdom yang harus kita jaga namun disertai dengan pemahaman
yang benar tentang sebab pengeramatan pohon tersebut. Pengeramatan pohon hanyalah satu cara agar
kita bisa menjaga sumberdaya air kita untuk kehidupan yang lebih baik.
Sudahkah kita paham??? :)
Referensi:
Samsul Ulum. 2014. Manfaat Beringin dalam Pembangunan Kawasan Hutan
Referensi:
Samsul Ulum. 2014. Manfaat Beringin dalam Pembangunan Kawasan Hutan

