ArcGIS adalah software pemetaan yang
paling banyak digunakan di dunia. Software ini digunakan oleh mereka
yang bekerja di bidang GIS ataupun bidang teknik. Penggunaannya yang
mudah dan fungsi yang lengkap menjadikannya sebagai software pemetaan
terkenal di bawah bendera ESRI (Environmental Systems Research Institute). Menurut saya kekurangan ArcGIS hanya satu, yaitu harganya yang sangat mahal (agak berlebihan sebenarnya).
.
Secara pribadi saya mulai menggunakan
ArcGIS sekitar tahun 2012 ketika ada proyek penelitian dengan dosen.
Kebetulan proyek tersebut berhubungan dengan kesesuaian lahan, jadi
tepat dengan menggunakan ArcGIS. Sebenarnya bukan hanya ArcGIS tapi juga
berkolaborasi dengan ArcView (cikal bakal ArcGIS) dan QuantumGIS. Versi
ArcGIS yang pertama saya gunakan adalah ArcGIS 9.3 yang user interfacenya hampir mirip ArcView dengan old style nya. Bahkan hingga saat ini pun user interface itu masih dipertahankan. Tapi jangan salah, meskipun style
kuno tapi fungsinya tak bisa diremehkan sama sekali. Dengan UI yang
sederhana menjadikannya mudah dipelajari dan setiap perintah diwakili
oleh icon–icon yang pas.
.
Saat ini saya menggunakan ArcGIS 10.3
berkolaborasi dengan QuantumGIS untuk menjalankan pekerjaan pemetaan.
Pada awalnya tidak menyangka, saya yang dulu belajar di Fakultas
Keguruan malah terjun di dunia Konsultan Tata Ruang. Menurut saya, versi
10.3 ini lebih ringan jika dibandingkan dengan pendahulunya dan lebih smooth. Dengan software ini, kita bisa melakukan pekerjaan pemetaan mulai dari georeferencing image, digitasi, layouting,
hingga melakukan analisis-analisis yang kompleks berkaitan dengan data
spasial (keruangan). Data keruangan seperti penggunaan lahan yang
bersifat kompleks dapat ditampilkan dengan lebih sederhana sehingga
klien dapat memahami dengan baik dan mudah.
.
.
Contoh Peta Penggunaan Lahan
.
Kita tidak perlu mengenal semua
fungsi-fungsi di dalam ArcGIS untuk dapat menjalankannya. Cukup
dasar-dasar penggunaannya saja, sedangkan yang lain dapat menyusul.
Artinya kita dapat bekerja sambil belajar atau biasa dikenal sebagai learning by doing.
Kenapa demikian? Karena fungsi analisis di dalam software ini sangat
banyak dan tidak semuanya kita gunakan untuk bekerja. Meskipun sah-sah
saja kita mempelajari semua fungsinya tanpa menggunakannya, hanya
sebagai pengetahuan dan pengembangan diri.
.
Nah untuk Anda yang masih menggunakan
ArcView, mungkin bisa mulai berpindah hati ke ArcGIS 10.3 ini.
Softwarenya cukup ringan untuk bekerja dan fungsinya sangat banyak.
Dijamin nggak nyesel kalau pindah, hehehe. Intinya software ini
memudahkan kita dalam menganalisis data spasial dan untuk keperluan
teknik yang lain.
.
Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua
EmoticonEmoticon