Monday, 21 January 2019

Ayah juga Lupa! Nasehat bagi si Pemarah

Sumber gambar : pond5.com


Kisah ini adalah kisah nyata, tentang penyesalan seorang ayah yang sangat gampang memarahi anak lelakinya. Namun akhirnya dia menyadari bahwa yang sering dibentaknya hanyalah anak lelaki kecil, yang menjadi tumpuannya di masa tua mendatang. Cerita ini sangat inspiratif, patut dijadikan teladan bagi orang tua yang masih suka memarahi anak - anaknya tanpa pertimbangan yang matang. Selamat membaca! 🙂

Dengar, Nak: Ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan rambutmu yang keriting pirang lengket pada dahimu yang lembab. Ayah menyelinap masuk seorang diri ke kamarmu. Baru beberapa menit yang lalu, ketika Ayah sedang membaca koran di ruang perpustakaan, satu sapuan sesal yang amat dalam menerpa. Dengan perasaan bersalah Ayah datang masuk menghampiri pembaringanmu.
Ada hal-hal yang Ayah pikirkan, Nak: Ayah selama ini bersikap kasar kepadamu. Ayah membentakmu ketika kau sedang berpakaian hendak pergi ke sekolah karena kau cuma menyeka mukamu sekilas dengan handuk. Lalu Ayah lihat kau tidak membersihkan sepatumu. Ayah berteriak marah tatkala kau melempar beberapa barangmu ke lantai.
Saat makan pagi Ayah juga menemukan kesalahan. Kau meludahkan makananmu. Kau menelan terburu-buru makananmu. Kau meletakkan sikumu di atas meja. Kau mengoleskan mentega terlalu tebal di rotimu. Dan begitu kau baru mulai bermain dan Ayah berangkat mengejar kereta api, kau berpaling dan melambaikan tangan sambil berseru, “Selamat jalan, ayah!” dan Ayah mengerutkan dahi, lalu menjawab, “Tegakkan bahumu!”
Kemudian semua itu berulang lagi pada sore hari. Begitu Ayah muncul dari jalan, Ayah segera mengamatimu dengan cermat, memandang hingga lutut, memandangmu yang sedang bermain kelereng. Ada lubang – lubang pada kaus kakimu. Ayah menghinamu di depan kawan – kawanmu, lalu menggiringmu untuk pulang ke rumah. Kaus kaki mahal – dan kalau kau yang harus membelinya, kau akan lebih berhati-hati! Bayangkan itu, Nak, itu keluar dari pikiran seorang Ayah!
Apakah kau ingat, nantinya, ketika Ayah sedang membaca di ruang perpustakaan, bagaimana kau datang dengan perasaan takut, dengan rasa terluka dalam matamu? Ketika Ayah terus memandang koran, tidak sabar karena gangguanmu, kau jadi ragu-ragu di depan pintu. “Kau mau apa?” Semprot Ayah.
Kau tidak bekata sepatah pun, melainkan berlari melintas dan melompat ke arah Ayah, kau melemparkan tanganmu melingkari leher Ayah dan mencium Ayah, tangan-tanganmu yang kecil semakin erat memeluk dengan hangat, kehangatan yang telah Tuhan tetapkan untuk mekar di hatimu dan yang bahkan pengabaian sekalipun tidak akan mampu melemahkannya. Dan kemudian kau pergi, bergegas menaiki tangga.
Nah, Nak, sesaat setelah itu koran jatuh dari tangan Ayah, dan rasa takut yang menyakitkan menerpa Ayah. Kebiasaan apa yang sudah Ayah lakukan? Kebiasan dalam menemukan kesalahan, dalam mencerca – ini adalah hadiah Ayah utukmu sebagai seorang anak lelaki. Bukan berarti Ayah tidak mencintaimu; Ayah lakukan ini karena Ayah berharap terlalu banyak dari masa muda. Ayah sesang mengukurmu dengan kayu pengukur dari tahun ke tahun Ayah sendiri.
Dan sebenarnya begitu banyak hal yang baik dan benar dalam sifatmu. Hati mungil milikmu sama besarnya dengan fajar yang memayungi bukit-bukit luas. Semua ini kau tunjukkan dengan sikap spontanmu saat kau menghambur masuk dan mencium Ayah sambil mengucapkan selamat tidur. Tidak ada masalah lagi malam ini, Nak. Ayah sudah datang ke tepi pembaringanmu dalam kegelapan, dan Ayah sudah berlutut di sana, dengan rasa malu!
Ini adalah sebuah rasa tobat yang lemah; Ayah tahu kau tidak akan mengerti hal-hal seperti ini kalau Ayah sampaikan padamu saat kau terjaga. Tapi esok hari Ayah akan menjadi Ayah sejati! Ayah akan bersahabat karib denganmu, dan ikut menderita bila kau menderita, dan tertawa bila kau tertawa. Ayah akan menggigit lidah Ayah kalau kata-kata tidak sabar keluar dari mulut Ayah. Ayah akan terus mengucapkannya kata ini seolah-olah sebuah ritual: “Dia cuma seorang anak kecil – anak lelaki kecil!”
Ayah khawatir sudah membayangkanmu sebagai seorang lelaki. Namun, saat Ayah memandangmu sekarang, Nak, meringkuk berbaring dan letih dalam tempat tidurmu, Ayah lihat bahwa kau masih seorang bayi. Kemarin kau masih dalam gendongan ibumu, kepalamu berada di bahu ibumu. Ayah sudah meminta terlalu banyak, sungguh terlalu banyak.
Sebagai ganti dari mencerca orang, mari kita coba untuk mengerti mereka. Mari kita berusaha mengerti mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Hal itu jauh lebih bermanfaat dan menarik minat daripada kritik; dan melahirkan simpati, toleransi dan kebaikan hati. “Untuk benar-benar mengenal semua, kita harus memaafkan semua.”
Seperti yang dikatakan Dr. Johnson: “Tuhan sendiri tidak menghakimi orang hingga tiba pada akhir hari-harinya.”
Mengapa saya dan Anda harus melakukannya?

Jadi, sudahkah kita sadar bahwa memarahi anak dan orang lain itu gak ada gunanya? Pahamilah karakter mereka, maka kita akan menjadi lebih bijak dalam bersikap di kehidupan ini… Stop marah, jadilah awet muda! hehehe 🙂

#Disalin dari buku “Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain” by Dale Carnegie

Read More

Sunday, 20 January 2019

Profesi Guru dan Lesson Plan








Image source : fiverr.com

Cerita ini adalah sebuah cerita anekdot tentang profesi pilot dan guru yang selalu diceritakan oleh Pak Munif Chatib dalam memulai setiap pelatihan tentang Lesson Plan atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang diadakannya. Cerita ini sedikit banyak telah memberikan gambaran tentang kondisi profesi guru di Indonesia saat ini yang semoga dari hari ke hari semakin mengalami perbaikan kualitas.

Jadi, begini ceritanya...

Dua orang lelaki mengaku berprofesi sebagai pilot dan guru. Saya tidak percaya. Lalu, si pilot mengeluarkan kartu pengenal dari perusahaan penerbangannya. Tak mau kalah, si guru juga mengeluarkan kartu pengenal dari sekolahnya. Karena saya masih belum percaya juga, si pilot mengeluarkan kontrak kerjanya sebagai bukti bahwa dia bekerja sebagai pilot. Sang guru juga mengeluarkan kesepakatan kerja bersama (KKB) antara dia dan skeolahnya. Tetapi, saya masih belum percaya.

“Lalu, bukti apa lagi yang Anda inginkan?” tanya sang pilot.

“Buktikan dengan kinerja Anda sebagai pilot, bukti yang bisa diukur ketika Anda pertama kali menjadi pilot sampai hari ini. Tepatnya, tunjukkan bukti kinerja Anda sebagai pilot.”

Sang pilot mengeluarkan dokumen laporan penerbangan pertamanya yang berisi asal dan tujuan penerbangan, nomor pesawat, jumlah penumpang, kekuatan angin, kondisi peralatan penerbangan, dan lain-lain. Ketika dokumen itu dikeluarkan semua, dibutuhkan dua menja panjang untuk menampungnya.

Saya langsung menjabat tangan sang pilot.

“Sekarang, saya percaya, Anda adalah seorang pilot.”

Lalu bagaimana dengan sang guru? Ternyata, sang guru tidak mampu menunjukkan dokumen kinerja tersebut. Sang guru sempat mendebat bahwa dia sudah mengajar selama 15 tahun. Namun tetap saja, dia tidak mampu menunjukkan bukti kinerja, yaitu laporan jam demi jam, hari demi hari, dan tahun demi tahun dia mengajar. Bukti apa yang bisa mengukur kualitas kerjanya selama 15 tahun mengajar? Sebenarnya, bukti kinerja seorang guru adalah dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau lesson plan.
Profesionalisme seorang guru dibuktikan melalui Lesson Plan yang dibuatnya

Nah, dari anekdot itu maka jelaslah sudah bahwa profesi guru harus dijalankan secara profesional. Tingkat profesionalitas guru dapat diukur dengan Lesson Plan yang telah dibuatnya, sebagai salah satu amunisi untuk mengajar. Ibarat produser film, guru harus memiliki “script” untuk mengarahkan jalannya proses belajar-mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai bersama.

Kemudian muncul pertanyaan, “Bagaimana bentuk lesson plan yang baku?”. Mungkin pertanyaan ini sering muncul di benak para mahasiswa ataupun sarjana pendidikan yang baru saja lulus. Selain itu pula, kadang contoh lesson plan yang banyak beredar di “internet” adalah lesson plan yang kaku dengan metode yang itu itu saja alias kurang kreatif. Harus diakui banyak mahasiswa yang terjebak dengan hal ini, apalagi jika ditambah dengan alasan tugas kuliah yang “segudang” dan kesibukan “organisasi” yang beraneka ragam, membuat kreativitas mahasiswa yang sebenarnya sangat tinggi menjadi sangat tidak kreatif karena hanya melakukan copy-paste.

Nah, menanggapi pertanyaan itu kemudian Pak Munif mengatakan bahwa lesson plan itu sangat bervariasi. Meskipun beberapa pakar pendidikan seperti Bobbi DePorter, Dave Meier, Elaine B. Johnson, Coline Rose, dan Lozanov telah mencetuskan kerangka lesson plan yang berbeda, namun variasi lesson plan sebenarnya ditentukan oleh kreativitas dan kemampuan peserta didik. Kerangka lesson plan dari pakar pendidikan tersebut bisa saja dijadikan sebagai acuan, namun tidak boleh mengurangi kreativitas guru dalam membuat lesson plan yang menarik. Oh ya, Pak Munif juga mengatakan bahwa lesson plan sebaiknya dipisah dengan silabus karena hal itu dapat membuat strategi di dalam lesson plan menjadi baku.

Siapkah Anda, wahai calon guru dan para guru yang ingin mengembangkan diri, untuk membuat lesson plan yang menarik? Jika siap, maka berikut ini adalah struktur lesson plan yang didesain oleh Pak Munif dan bisa Anda kembangkan sesuai kreativitas dan kemampuan peserta didik. Lesson plan ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu ;
.
(1) Header atau pembuka, yang terdiri dari identitas (mata pelajaran, kelas, semester, alokasi waktu) dan silabus
.
(2) Content (isi) terdiri dari:     
     - Apersepsi (zona alfa, warmer, pre-teach, dan scene setting)     
     - Strategi mengajar      
     - Prosedur aktivitas   
     - Teaching aids    
     - Sumber belajar 
     - Proyek
.
(3) Footer atau penutup, terdiri dari rubrik penilaian dan komentar guru. Komentar guru dapat berupa masalah, ide baru, dan momen spesial.

* Zona alfa pada apersepsi dapat berupa salam pembuka, cerita lucu, ice breaking, atau brain gym.
* Warmer biasanya digunakan pada pertemuan kedua dan seterusnya karena bersifat mengingatkan kembali tentang pelajaran yang telah dipelajari.
* Teaching aids adalah alat bantu yang digunakan dalam pembelajaran
* Scene setting adalah setting pembelajaran (tematik)

Bagaimana? Cukup simple bukan? Tak perlu ribet dalam membuat lesson plan :)

Semoga bermanfaat.

Sumber inspirasi : Gurunya manusia by Munif Chatib
Read More

Wednesday, 9 January 2019

Bekerja dengan ArcGIS 10.3


ArcGIS adalah software pemetaan yang paling banyak digunakan di dunia. Software ini digunakan oleh mereka yang bekerja di bidang GIS ataupun bidang teknik. Penggunaannya yang mudah dan fungsi yang lengkap menjadikannya sebagai software pemetaan terkenal di bawah bendera ESRI (Environmental Systems Research Institute). Menurut saya kekurangan ArcGIS hanya satu, yaitu harganya yang sangat mahal (agak berlebihan sebenarnya).
.
Secara pribadi saya mulai menggunakan ArcGIS sekitar tahun 2012 ketika ada proyek penelitian dengan dosen. Kebetulan proyek tersebut berhubungan dengan kesesuaian lahan, jadi tepat dengan menggunakan ArcGIS. Sebenarnya bukan hanya ArcGIS tapi juga berkolaborasi dengan ArcView (cikal bakal ArcGIS) dan QuantumGIS. Versi ArcGIS yang pertama saya gunakan adalah ArcGIS 9.3 yang user interfacenya hampir mirip ArcView dengan old style nya. Bahkan hingga saat ini pun user interface itu masih dipertahankan. Tapi jangan salah, meskipun style kuno tapi fungsinya tak bisa diremehkan sama sekali. Dengan UI yang sederhana menjadikannya mudah dipelajari dan setiap perintah diwakili oleh iconicon yang pas.
.
Saat ini saya menggunakan ArcGIS 10.3 berkolaborasi dengan QuantumGIS untuk menjalankan pekerjaan pemetaan. Pada awalnya tidak menyangka, saya yang dulu belajar di Fakultas Keguruan malah terjun di dunia Konsultan Tata Ruang. Menurut saya, versi 10.3 ini lebih ringan jika dibandingkan dengan pendahulunya dan lebih smooth. Dengan software ini, kita bisa melakukan pekerjaan pemetaan mulai dari georeferencing image, digitasi, layouting, hingga melakukan analisis-analisis yang kompleks berkaitan dengan data spasial (keruangan). Data keruangan seperti penggunaan lahan yang bersifat kompleks dapat ditampilkan dengan lebih sederhana sehingga klien dapat memahami dengan baik dan mudah.
.
Contoh Peta Penggunaan Lahan
 .
Kita tidak perlu mengenal semua fungsi-fungsi di dalam ArcGIS untuk dapat menjalankannya. Cukup dasar-dasar penggunaannya saja, sedangkan yang lain dapat menyusul. Artinya kita dapat bekerja sambil belajar atau biasa dikenal sebagai learning by doing. Kenapa demikian? Karena fungsi analisis di dalam software ini sangat banyak dan tidak semuanya kita gunakan untuk bekerja. Meskipun sah-sah saja kita mempelajari semua fungsinya tanpa menggunakannya, hanya sebagai pengetahuan dan pengembangan diri.
.
Nah untuk Anda yang masih menggunakan ArcView, mungkin bisa mulai berpindah hati ke ArcGIS 10.3 ini. Softwarenya cukup ringan untuk bekerja dan fungsinya sangat banyak. Dijamin nggak nyesel kalau pindah, hehehe. Intinya software ini memudahkan kita dalam menganalisis data spasial dan untuk keperluan teknik yang lain.
.
Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua


Read More

Menampilkan Label Ganda di ArcGIS

Halo blo…
Kali ini saya akan menulis tutorial ArcGIS yang berkaitan dengan pelabelan data spasial (shapefile). Menampilkan label sebenarnya sangat mudah, tapi bagi kita yang masih pemula tentu cukup membingungkan apabila diminta menampilkan label ganda. Oleh sebab itu mari kita bahas dengan singkat.
Apa itu label ganda? Label ganda yaitu dua label yang ditampilkan di dalam peta. Misalnya suatu peta harus diberi informasi nama desa dan nama kecamatan, maka disinilah label ganda digunakan. Bagi yang belum paham biasanya akan menumpuk 2 shapefile dan memberikan label yang berbeda pada shapefile yang sama, pernah seperti itu? Saya dulu pernah lho 
Nah terus caranya bagaimana? Gampang!!! Perhatikan tutorial di bawah ini ya blo… Pertama-tama tampilkan data shapefile yang akan diberikan label ganda. Dalam contoh ini saya menggunakan shapefile administrasi Kabupaten Sukoharjo dan Klaten yang akan saya berikan label kecamatan dan kabupaten. Jika masih polos seperti gambar di bawah ini, tentu orang yang melihat peta akan bingung karena tidak ada keterangan sama-sekali
Kedua. Sorot pada shapefile yang akan diberikan label (terletak di Tabel of Content sebelah kiri) > klik kanan mouse > pilih properties. Maka selanjutnya muncul jendela “Layer Properties”. Layer ini berisi seluruh informasi tentang layer yang dipilih.
 
Ketiga. Pada Tab “Labels” di jendela “Layer Properties” cari dan klik saja menu “Expression” (4) maka kita akan dibawa ke jendela “Label Expression” (5) . Pada jendela ini berisi data atribut dari shapefile yang akan diberikan label.
Pada kolom nomor (6) ketikkan label yang akan ditampilkan. Eitsss, bukan diketik biasa ya!!! Caranya adalah dengan melakukan doubel klik pada data yang tersedia di kolom “Fields”. Karena saya akan menampilkan label Kecamatan dan Kabupaten, maka saya melakukan sebagai berikut:
1. double klik pada field “KEC” (a).
2. tuliskan kode “&vbNewLine&” (tanpa tanda kutip. Ini adalah script Visual Basic)
3. double klik pada field “KAB” (b)
Jika sudah terisi dengan benar (seperti kolom nomor 6) maka selanjutnya klik “verify” (7) sehingga muncul jendela “Expression Verification”. Jika sudah sesuai dengan keinginan maka klik OK > OK > dan OK.

Hasilnya seperti ini. Label kecamatan terletak di atas dan label Kabupaten di bawahnya Nah demikian tutorial ArcGIS sederhana yang bisa saya posting. Semoga bermanfaat nggih

Read More
Paling Dibaca